31 Juli 2019 16:35:51
Ditulis oleh Admin

SUNTIKAN DANA UNTUK PEMBANGUNAN PASAR TEMANDANG

Temandang – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Temandang kec, Merakurak melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) untuk yang pertama kalinya bertempat di Pendopo Balai Desa Temandang (Rabu,31/7/2019).

Musdes yang dihadiri oleh Kepala Desa Temandang dan perangkatnya, anggota BPD beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Temandang dan Babinsa.

Kepala Desa Temandang dalam sambutannya memaparkan bahwa ada rencana pengalihan anggaran hasil dari kompensasi tanah kas desa. Yang semula dianggarkan untuk pembangunan sibelisasi dan rehab balai desa, akan dialihkan ke pasar. Hal tersebut dikarenakan dalam pembanguna pasar, dana yang dibutuhkan masih kurang cukup banyak. Untuk itu perlu adanya pengalihan anggaran.

Anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan pasar adalah sebesar Rp.1.038.000.000. Sedangkan dari dana dari Rp. 1.150.00.000 masih ada sisa yaitu Rp. 267.000.000. Karena sebelumnya sudah dipakai untuk pembangunan lapangan bola volley sebesar Rp. 435.000.000 dan pembangunan gedung MI sebesar Rp. 448.000.000. Untuk itu diperlukan pengalihan dana dari anggaran pembangunan sibel dan balaidesa, yaitu sebesar Rp. 800.000.000. Sehingga pembangunan pasar bisa selesai.

Sementara itu ketua BPD bapak Suhamni selaku pimpinan rapat juga menghimbau kepada musyawirin untuk memperhatikan aspek kemanfaatan dalam penggunaan dana yang ada. Juga memperhatikan proses pembangunan pasar jangan sampai tertunda. Harus sekali bangun langsung jadi. Jangan sampai bertahap.

Setelah melalui musyawarah. Akhirnya disepakati bahwa untuk dana sibel dan pembangunan balai desa di alihkan ke pembangunan pasar.  Dengan catatan bahwa apabila ada dana lebih, harus digunakan untuk pembangunan balai desa.

Sekedar mengingat kembali. Bahwa dana tersebut merupakan tindak lanjut dari kompensasi tanah kas desa Temandang yang digunakan oleh PT. SI untuk belt conveyor yang dituangkan dalam berita acara di kayu manis resto. (sov)


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus